Indeks saham Korea Selatan memimpin pelemahan di kawasan Asia. Kospi anjlok 3,5 persen, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 3,8 persen.
Tekanan juga terjadi di Jepang. Nikkei 225 melemah 2,16 persen, sementara Topix turun 0,95 persen.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 terkoreksi 0,27 persen.
Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 25.472, lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di 25.584,49.
Tekanan di pasar terjadi setelah muncul laporan bahwa pasukan Amerika Serikat (AS) menyerang dua peluncur roket Iran di Pulau Larak pada Minggu. Serangan tersebut meningkatkan ketegangan di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur penting bagi perdagangan dan pengiriman energi dunia.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tengah mempersiapkan roket yang membawa ranjau laut untuk diluncurkan ke Selat Hormuz.
“Minggu lalu, CENTCOM menyelesaikan pembersihan ranjau laut dari jalur pelayaran internasional di selat tersebut. Pasukan AS memantau area tersebut dengan cermat dan tetap siap untuk melindungi arus perdagangan bebas melalui jalur air penting ini,” kata CENTCOM.
BERITA TERKAIT: