Menurutnya, portofolio tersebut menjadi peluang penting untuk mempercepat transformasi Jakarta menuju kota global sekaligus memperkuat manfaat pembangunan bagi warga.
Fahira menilai keragaman proyek yang ditawarkan menunjukkan bahwa Jakarta tidak hanya mencari investasi untuk memperbesar aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka ruang kemitraan untuk menjawab berbagai kebutuhan kota.
Portofolio tersebut mencakup hunian dan perhotelan, komersial dan kawasan terpadu,
Transit-Oriented Development (TOD), olahraga dan rekreasi, industri dan logistik, utilitas, transportasi, hingga pengembangan kawasan tepi air.
“Jakarta membutuhkan investasi berkualitas yang membawa modal sekaligus teknologi, keahlian, inovasi, membuka lapangan kerja, dan mempercepat peningkatan kualitas kota,” kata Fahira, dikutip Minggu 30 Agustus 2026.
Senator Jakarta ini mengungkapkan setidaknya terdapat lima alasan mengapa keterlibatan investor dalam proyek-proyek tersebut strategis bagi masa depan Jakarta.
Pertama, mempercepat transformasi fisik dan pelayanan Jakarta sebagai kota global. Kedua, memperluas sumber pembiayaan pembangunan Jakarta.
Ketiga, menciptakan pusat pertumbuhan baru dan efek berganda bagi ekonomi warga. Keempat, mempercepat pengembangan kota berbasis transportasi dan konektivitas.
"Kelima, memperkuat kepercayaan dan daya saing Jakarta sebagai destinasi investasi global," kata Fahira.
Fahira melihat investasi global saat ini semakin selektif. Jakarta harus menawarkan bukan hanya besarnya pasar, tetapi juga kepastian kebijakan, kemudahan berusaha, kualitas infrastruktur, talenta, keberlanjutan, tata kelola yang baik, serta proyek yang layak secara ekonomi dan memberi manfaat sosial.
“Kita membutuhkan investor yang bukan hanya melihat Jakarta sebagai pasar, tetapi sebagai mitra jangka panjang untuk membangun kota yang lebih maju, hijau, inklusif, dan berdaya saing,” pungkas Fahira.
BERITA TERKAIT: