Koreksi harga emas terjadi setelah rilis data Indeks Harga Personal Consumption Expenditures (PCE) AS -- yang naik 3,7 persen dalam 12 bulan hingga Juli -- sedikit di atas proyeksi ekonom sebesar 3,6 persen.
Kondisi ini membuat ekspektasi pasar terhadap peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September naik menjadi 40 persen. Penguatan Indeks Dolar AS (DXY) sebesar 0,3 persen turut menekan pergerakan komoditas.
Berikut adalah rincian pergerakan harga logam dunia:
Emas spot turun 1,3 persen ke level 4.595,93 Dolar AS per ons, emas berjangka AS ditutup melemah 0,9 persen menjadi 4.653,30 Dolar AS per ons.
Sedangkan Harga perak spot menyusut 1 persen menjadi 67,93 Dolar AS per ons. Platinum merosot 1,4 persen ke posisi 1.831,67 Dolar AS per ons, dan paladium berkurang tipis 0,1 persen menjadi 1.324,63 Dolar AS per ons.
Meski tertekan aksi ambil untung dalam jangka pendek, analis menilai tren kenaikan jangka panjang emas masih berpotensi berlanjut, dengan proyeksi menembus level 5.000 Dolar AS per ons tahun ini serta mencetak rekor tertinggi baru pada kuartal II-2027.
Di sisi lain, pasar juga masih memantau dinamika geopolitik, termasuk pembahasan kesepakatan Selat Hormuz antara Iran dan Oman.
BERITA TERKAIT: