Investasi Danantara Rp44 Triliun ke JBS Group Genjot Industri Protein RI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Selasa, 11 Agustus 2026, 22:39 WIB
Investasi Danantara Rp44 Triliun ke JBS Group Genjot Industri Protein RI
Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir. (Foto: RMOL/Alifia)
Kecil Besar
rmol news logo Investasi senilai 2,5 miliar Dolar AS (Rp44 triliun) yang dilakukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia di JBS Group diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi sektor protein di Indonesia.

Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan investasi tersebut membuka akses Indonesia terhadap teknologi, keahlian, dan pengetahuan produksi yang dimiliki raksasa pangan global asal Brasil.

"Kita masuk ke satu perusahaan mungkin yang paling besar di dunia untuk produksi. Kita mendapatkan IP, kita mendapatkan know-how," kata Pandu kepada wartawan, dikutip Selasa 11 Agustus 2026.

Menurutnya, kerja sama tersebut juga nantinya akan diprioritaskan untuk masuk ke Indonesia.

“Barang-barangnya jadi ada IP sharing, know-how sharing, knowledge sharing. Dan nantinya akan ada matching funding dari mereka yang nantinya akan masuk diprioritaskan ke Indonesia," ujarnya.

Pandu mengatakan tambahan investasi tersebut dapat direalisasikan dalam bentuk pembangunan fasilitas baru atau greenfield maupun pengembangan fasilitas yang sudah ada atau brownfield.

Dengan skema tersebut, Danantara berharap investasi di JBS dapat meningkatkan kapasitas produksi protein di dalam negeri. Sektor yang dibidik mencakup ayam, sapi, hingga perikanan.

"Ya, tentunya itu akan penambahan kapasitas buat sektor protein di Indonesia," kata Pandu.

Dia menambahkan, implementasi investasi tersebut nantinya akan dilihat lebih lanjut, termasuk kemungkinan melibatkan perusahaan BUMN yang sudah eksisting.

Untuk diketahui investasi tersebut disalurkan melalui melalui Danantara Investment Management (DIM). Dalam kesepakatan tersebut, DIM memperoleh 25 persen kepemilikan pada perusahaan patungan (JV) baru yang akan mengelola bisnis JBS di Australia dan Selandia Baru.

Selain itu, JV tersebut juga memiliki kapasitas menghimpun tambahan pendanaan investasi hingga 2,5 miliar Dolar AS secara bertahap. Dengan demikian, total modal yang tersedia dapat mencapai 5 miliar Dolar AS.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung akuisisi maupun investasi greenfield di Indonesia, Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru.rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA