Penguatan pada penutupan perdagangan Senin 10 Agustus 2026 ini didorong oleh momentum teknikal yang solid, aksi borong cadangan emas oleh Bank Sentral China, serta kekhawatiran investor kehilangan peluang kenaikan harga (fear of missing out).
Pada pasar spot, harga emas menguat 0,8 persen menjadi 4.376,56 Dolar AS per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak awal Juni. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat ditutup naik 0,5 persen ke posisi 4.419,70 Dolar AS per ons.
Reli emas berlanjut setelah rilis data tenaga kerja AS pekan lalu menunjukkan penurunan tak terduga. Pasar kini menantikan data inflasi AS (CPI dan PPI) pekan ini untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Fed.
Ekspektasi melambatnya inflasi menjadi angin segar bagi emas, meski potensi kenaikan suku bunga AS masih terus dicermati investor karena dapat menahan laju logam mulia. Di sisi lain, ketegangan geopolitik dan kepastian jalur pelayaran di Selat Hormuz turut menjaga daya tarik emas sebagai aset aman.
Penguatan juga melanda komoditas logam mulia lainnya. Perak melambung paling tajam hingga 3,1 persen menjadi 65,50 Dolar AS per ons. Platinum menguat tipis 0,1 persen ke posisi 1.746,50 Dolar AS per ons. Sedangkan paladium naik 0,2 persen menjadi 1.380,17 Dolar AS per ons.
BERITA TERKAIT: