Namun, ia mengingatkan potensi kenaikan harga saham akibat sentimen merger belum tentu bertahan dalam jangka panjang apabila tidak disertai perbaikan fundamental perusahaan.
“Langkah merger ini dapat membawa sentimen positif bagi para investor. Namun, tanpa adanya restrukturisasi keuangan, pembagian core competencies yang jelas serta langkah perbaikan fundamental lainnya, kenaikan saham hanya bersifat jangka pendek dan tidak sustain,” ujar Adisatrya kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut, harga saham dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga dampak merger terhadap pergerakan saham tidak dapat dilihat secara sederhana.
Ia mengatakan investor masih akan menunggu langkah konkret pemerintah dan Danantara setelah proses merger, khususnya terkait restrukturisasi keuangan dan peningkatan kinerja perusahaan.
Adisatrya juga meyakini, sektor konstruksi BUMN masih menghadapi tantangan dari sisi persepsi investor. Hal tersebut berkaitan dengan kinerja sejumlah BUMN Karya yang selama ini belum memberikan kepercayaan optimal kepada pasar.
“Apalagi sektor ini masih terasosiasi dengan kinerja BUMN Karya yang persepsi bagi investornya kurang baik,” tuturnya.
Karena itu, ia memprediksi sentimen positif yang muncul setelah pengumuman merger perlu diikuti dengan perbaikan fundamental yang nyata dan berkelanjutan.
“Investor perlu menunggu langkah-langkah perbaikan yang akan dilakukan setelah merger sebelum dapat menilai prospek jangka panjang perusahaan hasil penggabungan,” katanya.
Di samping itu, Adisatrya juga mengingatkan agar merger Adhi Karya dan PP tidak hanya menghasilkan perusahaan dengan ukuran lebih besar. Menurutnya, entitas baru harus memiliki struktur keuangan yang sehat, fokus bisnis yang jelas, serta mampu menghindari persaingan tidak sehat dengan BUMN Karya lainnya.
“Dengan demikian, keberhasilan merger tidak semata-mata diukur dari terlaksananya penggabungan dua perusahaan, tetapi juga dari kemampuan entitas hasil merger dalam memperbaiki kinerja dan menciptakan nilai bagi pemegang saham,” tambahnya.
BERITA TERKAIT: