Sentimen geopolitik membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
Di Korea Selatan, indeks Kospi dibuka melemah 0,74 persen. Tekanan jual juga terjadi pada saham-saham berkapitalisasi kecil, dengan indeks Kosdaq turun lebih dalam hingga 1,66 persen.
Berbeda dengan Korea Selatan, pasar saham Australia justru menguat. Indeks acuan S&P/ASX 200 naik 0,34 persen pada awal perdagangan, menunjukkan sentimen yang relatif lebih positif di pasar setempat.
Sementara itu, bursa saham Jepang tidak beroperasi pada Senin karena libur nasional, sehingga tidak ada aktivitas perdagangan di negara tersebut.
Pergerakan beragam di bursa Asia dipengaruhi meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Kekhawatiran investor kembali muncul setelah militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa seorang personel militernya kembali tewas dalam konflik dengan Iran.
Dengan tambahan korban tersebut, jumlah personel militer AS yang tewas sejak konflik dimulai pada Februari kini mencapai 17 orang.
BERITA TERKAIT: