Pertamina Dukung PSEL Kertamantul Gaspol Ubah Sampah jadi Listrik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Jumat, 17 Juli 2026, 18:06 WIB
Pertamina Dukung PSEL Kertamantul Gaspol Ubah Sampah jadi Listrik
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono. (Foto: Dok. Pertamina)
Kecil Besar
rmol news logo PT Pertamina (Persero) mendukung percepatan penyelesaian persoalan sampah nasional melalui pengembangan Proyek Pembangkit Sampah Energi Listrik (PSEL) yang akan dibangun di kawasan Kertamantul, Yogyakarta. Dalam proyek ini, Pertamina berperan sebagai anchor off taker pemanfaatan sampah menjadi energi.

Koordinator Nasional sekaligus Ketua Program Waste to Energy (WtE), Zulkifli Hasan mengatakan, penanganan sampah menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto yang ingin Indonesia maju tanpa persoalan sampah.

"Saat ini Indonesia sudah masuk kategori darurat sampah, khususnya di wilayah perkotaan yang masih menerapkan sistem open dumping. Insyaallah pada 2029 kita menargetkan mampu menyelesaikan sekitar 80 persen persoalan sampah nasional," ujar Zulkifli dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 17 Juli 2026.

Menurutnya, pengolahan sampah menjadi energi listrik merupakan teknologi yang telah diterapkan di berbagai negara selama lebih dari dua dekade. Untuk mempercepat implementasinya, pemerintah membentuk Satuan Tugas Waste to Energy yang bertugas menyederhanakan regulasi agar pembangunan proyek dapat dipercepat.

"Fokus kami adalah memastikan hambatan regulasi dapat diselesaikan sehingga proyek waste to energy dapat segera direalisasikan di berbagai daerah," katanya.

Sementara itu, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono menjelaskan, Pertamina terpilih terlibat dalam program PSEL setelah melalui proses seleksi bersama sejumlah perusahaan swasta nasional maupun internasional.

Pertamina mendapat mandat mengembangkan proyek PSEL di kawasan Kertamantul yang meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul. Kawasan tersebut menghasilkan timbulan sampah lebih dari 1.000 ton per hari yang akan diolah menggunakan teknologi insinerator menjadi energi listrik.

"Dalam program PSEL ini Pertamina berperan sebagai anchor off taker sampah. Program ini juga menjadi bagian dari Dual Growth Strategy Pertamina. Pada saat yang sama, proyek ini menjadi bentuk sinergi BUMN bersama PLN dalam mendukung ketahanan energi nasional," pungkasnya. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: DIKI TRIANTO

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA