Analis Keuangan Negara Ahli Madya Bidang Pembiayaan dan Risiko Keuangan Kementerian Keuangan, Chandra A.S. Wibowo, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel.
"Realisasi untuk penjualan ORI030 per sore ini pukul 16.00 WIB sudah mencapai Rp21,9 triliun. Padahal masa penawaran sampai tanggal 30 Juli, masih separuh. Target kita Rp25 triliun," kata Chandra dalam acara UOB Media Literacy Circle bertajuk Navigating Market Volatility: Building Portfolio Resilience with ORI030 di Jakarta, Kamis 16 Juli 2026.
Semula, pemerintah menetapkan target indikatif penerbitan ORI030 sebesar Rp20 triliun. Namun, tingginya permintaan membuat target tersebut dinaikkan menjadi Rp25 triliun.
Menurut Chandra, pemerintah masih akan mengevaluasi perkembangan penjualan dalam beberapa hari ke depan sebelum memutuskan apakah kuota ORI030 kembali ditambah.
"Nanti tergantung kita akan lihat apakah akan di-upsize kuotanya atau tetap di Rp25 triliun. Kita akan lihat lagi dalam satu atau dua hari ke depan," ujarnya.
Ia menilai tingginya minat terhadap ORI030 tidak lepas dari kondisi pasar yang masih bergejolak. Di tengah volatilitas tersebut, investor cenderung mencari instrumen yang menawarkan keamanan, kepastian, dan fleksibilitas.
BERITA TERKAIT: