Menurut Airlangga, pelemahan tersebut merupakan pola musiman yang lazim terjadi setelah periode Hari Raya Idulfitri.
"Survei konsumen masih di atas 100. Kemarin kan ada Lebaran, dan Lebaran tidak terjadi di setiap kuartal. Biasanya setelah Lebaran memang ada sedikit penurunan," kata Airlangga saat ditemui di kantornya, Jakarta pada Jumat, 10 Juli 2026.
Meski demikian, Airlangga optimis indeks keyakinan konsumen akan kembali menguat pada semester II-2026 seiring membaiknya aktivitas ekonomi.
"Nanti kita lihat menjelang kuartal III dan kuartal IV, akan naik lagi," ujarnya.
Sebelumnya, hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan IKK pada Juni 2026 berada di level 117,8, turun dibandingkan Mei 2026 sebesar 120,9. Angka tersebut juga menjadi yang terendah sejak September 2025, ketika IKK tercatat di level 115.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menegaskan tingkat keyakinan konsumen masih berada pada zona optimistis karena IKK tetap berada di atas level 100.
BI menjelaskan, penurunan keyakinan konsumen dipengaruhi melemahnya persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang.
Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) turun dari 112,2 pada Mei menjadi 109,2 pada Juni. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga melemah dari 129,7 menjadi 126,4.
Pelemahan IKE terjadi pada seluruh komponen pembentuknya, yakni indeks penghasilan saat ini, ketersediaan lapangan kerja, dan pembelian barang tahan lama.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: