Pada hari pertama perdagangan, saham perseroan langsung melesat hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).
Saham RANS dibuka menguat 34,12 persen atau naik 58 poin ke level Rp228 per saham, dari harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp170 per saham.
Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, mengatakan keputusan membawa perusahaan melantai di bursa didorong oleh keinginan untuk membangun bisnis bersama para investor.
"Karena mimpi sebesar ini tidak bisa dibangun sendirian," ujar Nagita dalam seremoni pencatatan saham perdana RANS di BEI, dikutip redaksi di Jakarta.
Ia berharap kehadiran RANS di pasar modal menjadi bukti bahwa sebuah mimpi besar dapat diwujudkan melalui langkah-langkah kecil yang konsisten.
Dalam aksi korporasi ini, RANS menerbitkan 2,52 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan harga penawaran Rp170 per saham, perseroan berhasil menghimpun dana sekitar Rp429 miliar.
Berdasarkan prospektus, sekitar 37,61 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk kebutuhan operasional, terutama mendukung penyelenggaraan konser di berbagai kota.
Selanjutnya, 19,08 persen dialokasikan untuk pengembangan bisnis kosmetik merek Slavina, 18,64 persen untuk belanja modal wahana bermain Cipungland, sedangkan sisanya digunakan untuk pembayaran utang serta penyertaan modal kepada anak usaha.
Antusiasme investor terhadap IPO RANS juga terbilang tinggi. Selama masa penawaran umum, jumlah antrean pemesanan saham mencapai 1.092.166 Single Investor Identification (SID). Dalam proses penawaran saham perdana ini, RANS menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM)sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Kinerja keuangan perseroan pada 2025 menunjukkan perlambatan. Pendapatan tercatat sebesar Rp353,37 miliar, turun 13,91 persen dibandingkan Rp410,49 miliar pada 2024.
Laba bersih juga menyusut 41,60 persen menjadi Rp56,68 miliar, dari Rp97,06 miliar pada tahun sebelumnya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: