BACH sukses mencatatkan perjalanan IPO yang impresif setelah sahamnya melonjak 24,43 persen ke level Rp550 dari harga penawaran Rp442, sekaligus menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) pada hari perdana perdagangan.
Aksi korporasi ini berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp307,5 miliar dari pelepasan 615 juta saham baru.
Manajemen mengalokasikan sekitar 70 persen dana tersebut untuk modal kerja pembelian unit genset baru, sementara 30 persen sisanya digunakan untuk melunasi sebagian pinjaman bank demi menekan leverage dan memperkuat struktur permodalan.
Berbekal rekam jejak lebih dari 20 tahun mengelola 40.000 site telekomunikasi, BACH menunjukkan otot finansial yang makin solid. Sepanjang 2025, perseroan mengantongi pendapatan Rp1,73 triliun (naik 40 persen) dan laba bersih Rp155 miliar (melonjak 97,5 persen), didorong oleh ledakan lini bisnis penyewaan genset yang tumbuh fantastis lebih dari 1.200 persen.
Menatap masa depan, emiten solusi energi dan infrastruktur telekomunikasi ini membidik target ambisius pada 2030, yakni pendapatan di atas Rp3 triliun dan laba bersih Rp401 miliar.
Target tersebut bakal dikejar melalui penambahan kapasitas sewa pembangkit listrik 50 MW per tahun, ekspansi ke sektor energi baru, penguatan jaringan telekomunikasi, serta digitalisasi operasional untuk memaksimalkan pendapatan berbasis kontrak jangka panjang.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: