Dobel Untung JELI dan JECX: Sukses IPO, Langsung Masuk Indeks Syariah!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 08 Juli 2026, 09:14 WIB
Dobel Untung JELI dan JECX: Sukses IPO, Langsung Masuk Indeks Syariah!
Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)
rmol news logo Pasar modal Indonesia kedatangan dua emiten baru yang langsung mencuri perhatian pada Selasa 7 Juli 2026. 

Tidak hanya sukses mencatatkan lonjakan harga saham yang signifikan pada debut perdananya, PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) juga resmi mengantongi status sebagai efek syariah per tanggal yang sama.

Masuknya kedua emiten ini mengacu pada Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor KEP-21/D.04/2026 yang dirilis pada 21 Mei 2026 lalu.

"Ini berlaku efektif mulai tanggal 7 Juli 2026 sampai dengan review Daftar Efek Syariah (DES) berikutnya oleh OJK," tulis pengumuman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip redaksi di Jakarta, Ranu 8 Juli 2026.

Bergabungnya JELI dan JECX secara otomatis menggemukkan barisan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), yang kini genap menampung 578 saham. Sebagai langkah pengawasan, OJK secara berkala akan terus meninjau status syariah ini berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan dan tahunan masing-masing emiten.

Hari pertama melantai di bursa menjadi panggung pembuktian bagi kedua perusahaan. Investor menyambut antusias hingga memicu lonjakan harga yang impresif pada pembukaan perdagangan.

Saham JELI yang bergerak di sektor Barang Konsumen Primer dengan subindustri Makanan Olahan, meleret 25 persen ke level Rp1.125 per saham dari harga penawaran awal. Saham yang dikenal dengan merek dagang INACO ini resmi menghuni Papan Pengembangan.

Sementara itu, JECX yang masuk ke sektor Kesehatan dengan subindustri Penyedia Jasa Kesehatan, melonjak 24,80 persen ke posisi Rp1.560 per saham. Menjadi emiten ke-3 yang listing di BEI pada tahun 2026, pengelola Jakarta Eye Center ini langsung menempati Papan Utama.

Melalui aksi korporasi ini, JELI melepas 266 juta lembar saham kepada publik, atau setara dengan 21,01 persen dari total saham yang dicatatkan di bursa. Dengan harga final IPO sebesar Rp900 per saham, JELI berhasil meraup dana segar hingga Rp239,4 miliar.

Di panggung bisnis, JELI bukanlah pemain baru. Didirikan sejak tahun 1990, perusahaan ini sangat melekat di hati masyarakat melalui merek ikonik INACO yang berfokus pada produk berbasis Nata De Coco.

Di sisi lain, JECX menorehkan perolehan dana yang jauh lebih besar. Dengan menjual sekitar 2,76 miliar lembar saham baru atau setara 15 persen dari total modal, JECX mematok harga final sebesar Rp1.250 per saham. Dari langkah strategis ini, perseroan sukses mengantongi dana IPO yang fantastis, yakni mencapai Rp609,98 miliar.

Menilik sejarahnya, JECX mengawali kiprah dari sebuah Klinik Mata Jakarta pada tahun 1984, sebelum akhirnya berkembang menjadi Jakarta Eye Center pada 1993. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA