Menkop: Koperasi Bakal Punya Pabrik CPO, Produksi Minyak Goreng Sendiri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Sabtu, 04 Juli 2026, 14:25 WIB
Menkop: Koperasi Bakal Punya Pabrik CPO, Produksi Minyak Goreng Sendiri
Menteri Koperasi Ferry Juliantono. (Foto: Dok Kemenkop)
rmol news logo Pemerintah akan melibatkan koperasi dalam seluruh rantai bisnis industri kelapa sawit, mulai dari pengelolaan perkebunan, pengolahan crude palm oil (CPO), hingga memproduksi minyak goreng.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, langkah tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar koperasi tidak lagi hanya menjadi pelaku di sektor hulu, tetapi juga ikut menikmati nilai tambah dari industri sawit.

"Kalau yang kemarin kan semuanya swasta, kebunnya swasta, CPO-nya swasta, produk turunannya swasta. Sekarang atas arahan Bapak Presiden, koperasi itu harus terlibat bukan hanya di kebun tapi juga ikut terlibat di proses produksinya sampai ke produk turunannya," kata Ferry dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu, 4 Juli 2026.

Menurut Ferry, selama ini banyak petani sawit mengeluhkan sulitnya memperoleh minyak goreng meski menjadi penghasil bahan bakunya. Kondisi tersebut dinilai sebagai ironi yang harus diakhiri melalui penguatan peran koperasi dalam tata niaga sawit.

Dengan memiliki pabrik CPO sendiri, kata Ferry, koperasi tidak lagi bergantung pada pabrik pengolahan milik swasta. Selanjutnya, hasil olahan sawit dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, seperti minyak makan merah hingga minyak goreng yang nantinya dipasarkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

"Jadi kita tidak bergantung lagi dengan pabrik-pabrik CPO yang dimiliki oleh pihak yang lain. Jadi koperasi bisa lebih mandiri dan harapannya nanti hasil produk turunannya bisa minyak makan merah atau minyak goreng dan sebagainya, dan hasil produksinya kalau nanti bisa sampai ke minyak goreng," ujarnya.

Sebagai langkah awal, Kementerian Koperasi akan meresmikan pabrik CPO milik koperasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pada akhir Juli atau awal Agustus 2026.

Ferry menyebut pabrik tersebut berdiri di atas lahan seluas 3.100 hektare dengan kapasitas produksi mencapai 60 ton per jam.

"Kami nanti akhir bulan Juli atau awal Agustus kami akan melaksanakan peresmian pabrik CPO oleh koperasi di Musi Banyuasin dengan luas lahan 3.100 hektare (ha) dengan kemampuan produksi 60 ton per jam," pungkasnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA