Karena itu, pemerintah didorong tidak hanya fokus pada pelatihan, tetapi juga memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.
Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDIP, Nila Yani Hardiyanti, mengatakan sektor UMKM dan pariwisata memiliki keterkaitan yang saling mendukung. Menurutnya, berkembangnya destinasi wisata akan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaku UMKM di daerah.
"Bagaimanapun sektor pariwisata selalu berdampingan dengan sektor UMKM. Ketika ada destinasi wisata yang berkembang, tentu akan membawa manfaat bagi teman-teman UMKM dan masyarakat lokal," kata Nila dalam keterangannya, dikutip Selasa, 30 Juni 2026.
Ia menegaskan pemerintah perlu memberikan perhatian yang seimbang terhadap kedua sektor agar dapat tumbuh secara bersamaan melalui sinergi dan kolaborasi.
"Keduanya harus benar-benar sama-sama diperhatikan oleh negara. Harus bisa bertumbuh beriringan, bukan hanya salah satu. Sinergi dan kolaborasi juga sangat diperlukan antara sektor pariwisata dan UMKM," ujarnya.
Selain itu, Nila menilai penguatan UMKM tidak cukup dilakukan melalui pelatihan dan pembinaan. Pemerintah juga perlu memfasilitasi pelaku usaha agar memiliki akses yang lebih luas terhadap pasar.
"Saya selalu memberikan saran kepada Kementerian Pariwisata bahwa ini tidak bisa hanya berhenti di pelatihan dan pembinaan saja," tegasnya.
Menurut Nila, kebutuhan utama saat ini adalah program business matching yang mampu mempertemukan pelaku UMKM dan sektor pariwisata dengan pasar sehingga produk lokal dapat dipasarkan secara berkelanjutan.
"Yang paling penting adalah bagaimana pemerintah membangun business matching atau memfasilitasi teman-teman dari UMKM maupun sektor pariwisata agar produknya terus dinikmati dan konsumennya terus hadir," pungkasnya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: