Sebelum meninjau lokasi, Menhut menggelar rapat koordinasi bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di kawasan TNBTS, Minggu, 9 Agustus 2026.
Rapat tersebut juga melibatkan jajaran Polri, Manggala Agni, BNPB, dan BMKG yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Setelah itu, Raja Juli melihat langsung kawasan terdampak serta proses pemadaman yang dilakukan tim di lapangan.
Pemerintah memastikan pemadaman terus dilakukan hingga api benar-benar padam dan kondisi kawasan dinyatakan aman. Raja Juli juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan karena potensi kebakaran masih dapat terjadi hingga beberapa bulan ke depan.
“Kita juga sudah rapat untuk membuat incident commander. Jadi dibuat struktur supaya pekerjaan ini lebih teratur, lebih rapi, lebih terstruktur, semua kebutuhan, tantangan bisa dikoordinasikan sehingga pemadaman ini akan bisa lebih baik,” ujar Raja Antoni.
Menurutnya, pembentukan struktur incident commander diperlukan agar seluruh unsur yang terlibat dapat bekerja dalam satu koordinasi. Dengan begitu, kebutuhan maupun tantangan yang muncul selama proses pemadaman dapat segera ditangani.
Raja Juli menegaskan pemerintah akan terus mengawal penanganan kebakaran hingga kondisi benar-benar terkendali. Langkah tersebut sekaligus untuk memastikan kawasan TNBTS dapat kembali beroperasi setelah situasi dinyatakan aman.
“Insya Allah sampai padam, sampai semua bisa beroperasi lagi baru nanti water bombing-nya berhenti,” ujarnya.
Dia juga menyebut Presiden Prabowo Subianto tegas memberikan arahan terkait penganan karhutla. Menhut Raja Antoni mengatakan di bawah arahan Presiden Prabowo, pemerintah all out mengantisipasi El Nino.
“Secara nasional Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan arahan yang sangat jelas. Artinya pemerintah all out untuk mengantisipasi El Nino yang sering disebut sebagai El Nino Godzilla ini,” tegasnya.
BERITA TERKAIT: