Langkah Pertamina NRE menguasai 20 persen saham CREC yang saat ini memiliki kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) raksasa di atas 1.200 MWdc ini juga mendapat dukungan penuh dari Danantara Investment Management.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Investment Management, Pandu Patria Sjahrir, menilai aksi korporasi Pertamina NRE bukan sekadar mencari keuntungan finansial semata (
value creation), melainkan investasi jangka panjang yang membuka ruang geopolitik ekonomi baru.
“Kami mendukung inisiatif investasi Pertamina NRE di CREC karena secara jangka panjang ada nilai strategis dalam bentuk potensi
cross selling di antara kedua negara tetangga dan bagian dari ASEAN,” ujar Pandu Patria Sjahrir dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 28 Juni 2026.
Menurut Pandu, sinergi ini membuka pintu lebar bagi produk dalam negeri untuk
go international, seperti ekspor produk panel surya (
solar PV) produksi anak perusahaan Pertamina NRE ke Filipina.
Selain itu, kerja sama ini membuka peluang transfer teknologi serta penempatan tenaga kerja ahli asal Indonesia di industri energi terbarukan Filipina yang sedang berkembang pesat.
Sementara itu, pihak manajemen Pertamina NRE memastikan kemitraan dengan CREC akan terus dioptimalkan untuk menyerap pengetahuan (
transfer of knowledge) guna mempercepat transisi energi dan memperkuat ketahanan energi nasional di tanah air.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: