Mentan Lapor Prabowo, 90 Persen Pabrik Sawit Sudah Naikkan Harga TBS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Kamis, 18 Juni 2026, 19:03 WIB
Mentan Lapor Prabowo, 90 Persen Pabrik Sawit Sudah Naikkan Harga TBS
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama Mentan Andi Amran Sulaiman dan sejumlah menteri kabinet Merah Putih (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
rmol news logo Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa sekitar 90 persen pabrik kelapa sawit (PKS) di seluruh Indonesia telah kembali menaikkan harga tandan buah segar (TBS). 

Kenaikan tersebut terjadi setelah pemerintah melakukan intervensi menyusul penurunan harga yang dinilai tidak sejalan dengan kondisi pasar global.

"Yang masih belum ada kurang lebih 100, kurang lebih 5-10 persen. 90 persen sudah kembali seperti semula," ujarnya usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026, 

Amran mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian serius terhadap merosotnya harga TBS sawit di tingkat petani. 

Persoalan tersebut dinilai janggal lantaran terjadi di tengah tren kenaikan harga crude palm oil (CPO) dunia serta penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat yang semestinya menjadi sentimen positif bagi harga TBS.

"Saya katakan kepada beliau (Prabowo) ini anomali. Kami kumpulkan pelaku usaha seluruh Indonesia, mewakili kurang lebih 700-an berkumpul, kemudian total PKS itu ada 1.900. Nah ini anomali, harga CPO dunia naik, dolar menguat kurang lebih 10 persen, harga CPO naik, tetapi harga TBS turun. Ini tidak masuk akal,” jelasnya.

Prabowo juga mengarahkan agar pemerintah bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang diduga memainkan harga dan merugikan petani sawit. 

Menurut Amran, keberpihakan kepada petani plasma menjadi perhatian utama pemerintah mengingat jutaan keluarga menggantungkan mata pencaharian mereka pada komoditas tersebut. 

“Sama dengan kejadiannya dengan minyak goreng. Nah ini kami minta jangan bermain-main, jangan korbankan rakyat. Ada petani, plasma itu 15 juta, dengan seluruh keluarganya diperkirakan 30 juta. Kita harus, Bapak Presiden arahkan berpihak pada petani plasma sawit," tegasnya. 

Untuk mempercepat pemulihan harga, Kementerian Pertanian juga mengambil langkah koordinatif dengan aparat penegak hukum. 

Surat resmi dikirim kepada Kapolri dan diteruskan ke jajaran kepolisian daerah untuk menindaklanjuti perusahaan yang belum menyesuaikan harga TBS sesuai kondisi pasar.

“Kami mengirim surat ke Pak Kapolri, bahwa ini harus ditindak lanjuti. Dan langsung tembusan Kapolda di wilayah masing-masing dan Dir Krimsus ditindak lanjuti. Dengan surat itu tinggal 100 lebih yang belum menaikkan harga TBS. Tapi kami yakin satu minggu ke depan itu sudah pulih kembali dan insya Allah ke depan dengan satu pintu ini, harga TBS ke depan lebih baik,” pungkasnya.rmol news logo article

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA