Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemanfaatan CNG untuk tabung berkapasitas besar sebenarnya telah berjalan di sejumlah sektor.
“Menyangkut dengan CNG, ya. Itu untuk 12 kilo sama 20 kilo lebihnya kan sudah jalan. Di hotel-hotel, restoran, di MBG itu sudah jalan. Tapi kan kita lagi melakukan uji coba terhadap tabung yang 3 kilogram untuk rakyat,” ujarnya saat tiba di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.
Namun, pengembangan untuk tabung 3 kilogram memerlukan pengujian lebih mendalam karena karakteristik teknisnya yang berbeda.
“Nah, 3 kilogram ini daya tekanannya kan besar. 250 bar. Jadi ini harus dicek dulu,” ungkapnya.
Bahlil menambahkan, proses uji coba dilakukan di dua lokasi untuk memastikan hasil yang optimal yakni di pabrik China dan dalam negeri.
“Ada dua. Satu, karena pabriknya itu ada di China. Dan yang kedua adalah kita akan melakukan di Indonesia, ya,” kata dia.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG yang selama ini masih mendominasi pasokan energi nasional.
Dengan tingkat impor mencapai sekitar 75-80 persen, pemerintah menilai perlu ada terobosan berbasis sumber daya domestik.
CNG dinilai sebagai salah satu alternatif paling realistis karena ketersediaan gas alam yang melimpah di dalam negeri.
Selain itu, dari sisi biaya, energi ini disebut lebih kompetitif dan berpotensi menekan beban subsidi yang selama ini cukup besar.
BERITA TERKAIT: