Ketua Umum KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap program prioritas nasional.
Menariknya, sistem ini memungkinkan setiap koperasi desa memiliki aplikasi dengan identitas atau nama mereka sendiri tanpa harus membangun infrastruktur teknologi dari nol.
?"Inilah yang kami wakafkan kepada teman-teman 'adik asuh' kami di KDKMP dalam bentuk white label. Jadi, jika ada KDKMP di Surabaya, mereka bisa langsung menggunakan nama aplikasi digital koperasi mereka sendiri," ujar Frans dikutip
Kantor Berita RMOLJatim, Rabu, 13 Mei 2026
?
Aplikasi ini sejatinya merupakan pengembangan dari platform "Nasari Digital" yang telah teruji melayani sekitar 65 ribu anggota Nasari di seluruh Indonesia.
Kini, teknologi tersebut diduplikasi untuk mempercepat modernisasi koperasi di tingkat akar rumput.
?
Sebagai informasi, KSP Nasari telah resmi ditunjuk oleh Kementerian Koperasi sebagai "kakak asuh" bagi KDKMP sejak akhir tahun lalu. Nasari terpilih sebagai salah satu dari 12 koperasi role model yang dipercaya membimbing koperasi desa.
?
Frans menjelaskan, aplikasi ini tidak hanya sekadar alat administrasi, melainkan ekosistem digital yang lengkap. Beberapa fitur unggulannya antara lain:
Pertama, ?Pendidikan & RAT Online: Materi pelatihan koperasi dan sistem rapat anggota daring.
Kedua, Payment Gateway: Fitur pembayaran tagihan dan e-money untuk transaksi harian anggota.
Ketiga, Pasar Desa: Fitur marketplace yang memungkinkan warga desa menjual produk unggulan daerah secara digital.
Keempat, Layanan Keuangan: Tabungan koperasi dan pengajuan pinjaman yang terintegrasi.
?Pemilihan Surabaya sebagai lokasi peluncuran bukan tanpa alasan. Jawa Timur merupakan salah satu basis kekuatan KSP Nasari. Dari total 28 provinsi operasionalnya, Jawa Timur menyumbang sekitar 10 persen dari total anggota nasional atau hampir 6.000 orang.
Saat ini, koperasi yang berpusat di Semarang tersebut telah memiliki tujuh kantor cabang di Jawa Timur, meliputi Surabaya, Malang, Jember, Kediri, Madiun, Bojonegoro, dan Pamekasan. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan koperasi desa mampu menjalankan operasional secara modern, transparan, dan terintegrasi.
BERITA TERKAIT: