Pertamina Gandeng LanzaTech AS Ubah Limbah jadi Bahan Bakar Etanol

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Rabu, 06 Mei 2026, 21:11 WIB
Pertamina Gandeng LanzaTech AS Ubah Limbah jadi Bahan Bakar Etanol
Pertamina bekerja sama dengan LanzaTech AS untuk mendorong investasi energi bersih. (Foto: Dok. Pertamina)
rmol news logo PT Pertamina (Persero) resmi menggandeng perusahaan teknologi global asal Amerika Serikat, LanzaTech untuk mengembangkan solusi energi rendah karbon.

Sinergi ini ditandai lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, bersama Chief Executive Officer (CEO) LanzaTech, Jennifer Holmgren di sela rangkaian Offshore Technology Conference (OTC) di Houston, Texas, Rabu, 6 Mei 2026.

Kolaborasi ini akan difokuskan pada pengembangan teknologi waste to fuel, khususnya mengonversi sampah perkotaan menjadi etanol melalui proses fermentasi mikroba.

Langkah ini dinilai menjadi angin segar berbasis ekonomi sirkular yang mampu mengurangi emisi, menciptakan nilai ekonomi baru, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, membeberkan bahwa saat ini Indonesia tengah dikepung dua tantangan besar sekaligus, yakni ledakan volume sampah perkotaan dan melonjaknya kebutuhan energi bersih.

Data menunjukkan, volume sampah nasional saat ini telah menembus angka fantastis sekitar 56,6 ribu ton per hari. Di sisi lain, kebutuhan pasar akan etanol diproyeksikan melonjak drastis hingga 2,4 juta kiloliter pada tahun 2030 mendatang.

“Melalui kerja sama ini, kami mendorong solusi konkret untuk mengubah tantangan menjadi peluang, dengan mengonversi sampah menjadi bahan bakar bernilai ekonomi sekaligus mendukung transisi energi,” tegas Oki dalam keterangannya.

Dari kacamata bisnis, kerja sama ini membuka keran potensi rantai nilai baru. Mulai dari hulu pengolahan sampah, produksi etanol, hingga pemanfaatan produk turunan sebagai bahan bakar campuran serta bahan baku industri kimia.

Sementara itu, CEO LanzaTech, Jennifer Holmgren, memastikan bahwa teknologi fermentasi berbasis mikroba miliknya sangat fleksibel dan teruji secara global. Teknologi ini bersifat modular sehingga mudah diintegrasikan dengan infrastruktur kilang Pertamina maupun sistem pengelolaan sampah kota yang sudah ada.

Inisiatif hijau ini pun kian memperkuat posisi Indonesia di mata dunia sebagai tujuan investasi energi masa depan yang tak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga adaptif terhadap inovasi teknologi global. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: DIKI TRIANTO

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA