Bank Mandiri hadir sebagai enabler pembentukan generasi yang berorientasi masa depan, bukan hanya membuka rekening, tetapi membuka peluang yang berkelanjutan bagi masa depan anak bangsa.
Melalui Tabungan Simpel, Bank Mandiri mendorong akselerasi inklusi keuangan pelajar secara terintegrasi.
Rekening pertama menjadi titik awal perubahan membangun kebiasaan, membentuk karakter, hingga menciptakan orientasi hidup jangka panjang. Dari langkah sederhana ini, lahir dampak berlapis yang tidak hanya dirasakan oleh anak, tetapi juga keluarga, bahkan generasi berikutnya.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, pendekatan ini mencerminkan komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan Sinergi Membangun Negeri.
“Bank Mandiri meyakini bahwa literasi dan inklusi keuangan sejak dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang adaptif dan berdaya saing,” ujar Adhika dalam keterangan tertulis, Senin 4 Mei 2026.
Hingga Desember 2025, jumlah rekening Tabungan Simpel Bank Mandiri telah mencapai 928 ribu rekening, tumbuh 19,6% secara tahunan (year on year/YoY). Secara rata-rata, pertumbuhan rekening sepanjang 2021–2025 mencapai 117 ribu rata-rata rekening per tahun dengan laju pertumbuhan 19,3%.
Tren positif ini berlanjut pada 2026, dengan capaian 997 ribu rekening per Maret atau sekitar 90% dari target 1,07 juta rekening.
Total saldo mencapai Rp 354 miliar dengan rata-rata saldo Rp 336 ribu per rekening, mencerminkan semakin kuatnya kesadaran menabung di kalangan pelajar.
Bank Mandiri juga menjangkau pelajar dari jenjang TK hingga SMA menjadi nasabah tabungan Simpel. Mayoritas nasabah berasal dari jenjang SMA dengan proporsi 64%, menunjukkan bahwa fase ini menjadi momentum penting dalam pembentukan orientasi keuangan.
Sejalan dengan itu, Adhika menegaskan, bahwa akses dan literasi harus berjalan beriringan.
“Bank Mandiri percaya bahwa literasi keuangan harus hadir bersama akses nyata. Melalui Mandiri Simpel, kami tidak hanya membuka rekening, kami membangun orientasi masa depan generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri memastikan bahwa setiap akses keuangan diiringi dengan peningkatan literasi. Sepanjang 2025, Bank Mandiri menyelenggarakan program literasi keuangan di Universitas Musamus, Merauke dan Universitas Negeri Gorontalo, menjangkau lebih dari 1.000 mahasiswa.
Pada 2026, program “Mandirian Mengajar” semakin memperluas jangkauan, menyentuh hampir 10 ribu peserta lintas jenjang pendidikan dengan peningkatan pemahaman mencapai 47%, menegaskan efektivitas pendekatan edukasi yang konsisten dan berbasis pengukuran.
Bank Mandiri juga memperkuat kontribusinya melalui dukungan langsung terhadap infrastruktur dan fasilitas pendidikan. Bank Mandiri melakukan renovasi terhadap 27 sekolah di berbagai wilayah Indonesia, mencakup perbaikan sarana dasar seperti atap, lantai, dan dinding, pengecatan ruang kelas dan fasilitas umum, perbaikan sanitasi, hingga penyempurnaan fasilitas belajar seperti papan tulis, meja, dan kursi.
Selain itu, Bank Mandiri turut menghadirkan Pojok Baca di 27 sekolah sebagai upaya mendorong minat literasi sejak dini di lingkungan pendidikan.
Di sisi lain, komitmen terhadap akses pendidikan juga diwujudkan melalui penyaluran 267 beasiswa bagi mahasiswa di Indonesia, serta distribusi perlengkapan sekolah bagi pelajar.
Sepanjang periode Desember 2025 hingga Maret 2026, lebih dari 26 ribu paket tas sekolah telah disalurkan, termasuk untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera, program Ramadan 2026, dan distribusi di cakupan wilayah operasional Bank Mandiri Bali & Nusa Tenggara.
Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Bank Mandiri kembali menargetkan penyaluran lebih dari 2.800 paket tas sekolah di 12 region, memperluas dampak dukungan terhadap kesiapan belajar siswa di berbagai daerah.
BERITA TERKAIT: