Indeks tercatat terapresiasi sebesar 34 poin atau naik 0,46 persen hingga bertengger di posisi 7.492.
Aktivitas pasar menunjukkan antusiasme yang cukup stabil. Volume perdagangan tercatat 235,6 juta lot saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp10,1 triliun.
Sektor basic industry (industri dasar) tampil sebagai mesin penggerak indeks dengan kenaikan signifikan sebesar 2,53 persen.
Lonjakan ini didorong oleh performa kuat beberapa saham blue-chip di sektornya, seperti BRPT yang menguat 15,40 persen, TPIA 5,76 persen, IMPC 5,33 persen, dan JPFA 1,16 persen.
Sebaliknya, sektor keuangan (finance) justru menjadi pemberat langkah IHSG dengan koreksi sedalam 0,75 persen. Saham-saham perbankan "Big Caps" kompak melemah, dipimpin oleh MEGA yang merosot 2,37 persen, dan diikuti oleh bank-bank besar lainnya seperti BMRI, BBCA, BBNI, hingga BBRI.
Berikut adalah deretan saham di indeks paling likuid (LQ45) yang mencatatkan pergerakan paling kontras.
Top Gainers LQ45: BRPT, MEDC, EMTK, dan BREN
Top Losers LQ45: TLKM, ASII, NCKL, dan DSA
Beberapa faktor eksternal dan internal yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar hari ini antara lain kenaikan pada saham-saham seperti MEDC dan ADMR sejalan dengan fluktuasi harga minyak mentah dan energi global yang masih dalam tren mencari titik keseimbangan baru di kuartal kedua 2026.
Performa luar biasa dari grup Barito (BRPT, TPIA, BREN) menjadi faktor krusial yang menjaga IHSG tidak terseret jatuh lebih dalam akibat pelemahan sektor perbankan.
Pelemahan di sektor keuangan (seperti BBCA dan BMRI) seringkali dipicu oleh aksi profit taking oleh investor asing atau antisipasi terhadap rilis data inflasi dan kebijakan suku bunga domestik yang biasanya menjadi perhatian utama di pertengahan bulan.
Pelaku pasar juga terus memantau Indeks Dolar (DXY) yang memengaruhi nilai tukar Rupiah, mengingat transaksi yang cukup besar (Rp10,1 triliun) menunjukkan adanya pergerakan modal yang aktif di lantai bursa pagi ini.
BERITA TERKAIT: