Posisi tersebut turun 0,12 persen dibanding penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.104 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah berlanjut hingga pertengahan pagi. Pada pukul 09.50 WIB, mata uang Garuda tercatat melemah 0,15 persen ke level Rp17.130 per dolar AS.
Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan ini dipicu oleh kegagalan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Pembicaraan yang berlangsung selama 21 jam di Pakistan pada akhir pekan disebut tidak menghasilkan kesepakatan.
“Kesepakatan gagal, rupiah melemah tajam, harga minyak terbang, karena Selat Hormuz ditutup kembali. Kalau terjadi perang darat, emas siap terbang,” kata Ibrahim dalam keterangannya.
Sentimen global tersebut juga menekan pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,45 persen ke level 7.410.
Namun, hingga pukul 09.50 WIB, pelemahan IHSG sedikit mereda menjadi 0,075 persen di level 7.452. Sepanjang sesi pagi, IHSG sempat menyentuh level terendah di 7.351 dan tertinggi di 7.457.
BERITA TERKAIT: