Pada penutupan perdagangan Senin, 10 Agustus 2026, waktu Amerika Serikat (AS), harga minyak mentah Brent naik sekitar 5 persen dan ditutup di 87,72 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kembali menembus level 82 Dolar AS per barel.
Kenaikan harga minyak terjadi setelah posisi Washington dan Teheran terkait pembukaan Selat Hormuz semakin berseberangan.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Axios bahwa Washington dan Teheran saat ini “hanya melakukan negosiasi setengah-setengah”. Trump juga mengisyaratkan AS akan mengandalkan blokade angkatan laut untuk menekan Iran, bukan kembali melancarkan serangan udara.
Sementara itu, Iran menegaskan pembukaan penuh Selat Hormuz masih bergantung pada pencabutan blokade AS.
Di sisi lain, Iran juga belum menunjukkan tanda-tanda akan membuka penuh Selat Hormuz. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan pembukaan selat masih bergantung pada pencabutan blokade AS.
“Selama blokade angkatan laut AS berlanjut, kondisi yang diperlukan untuk pembukaan kembali Selat Hormuz belum terpenuhi,” ujar Baghaei.
Ketidakpastian ini membalikkan pergerakan harga minyak pada pekan sebelumnya. Harga minyak sempat anjlok lebih dari 7 persen setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kesepakatan untuk memastikan kapal dapat kembali melintas bebas di Selat Hormuz kemungkinan segera tercapai.
Namun, kesepakatan tersebut hingga kini belum terealisasi. Jika ketegangan terus meningkat dan lalu lintas kapal di Selat Hormuz tetap terganggu, pasar minyak berpotensi kembali menghadapi tekanan kenaikan harga.
BERITA TERKAIT: