Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia dan dikutip Senin 23 Maret 2026, pengelola jaringan ritel Alfamidi ini berhasil membukukan pendapatan neto sebesar Rp20,64 triliun. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan yang stabil dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang berada di level Rp19,88 triliun.
Kenaikan pendapatan ini menjadi motor utama yang menggerakkan seluruh lini profitabilitas perseroan. Meski beban pokok pendapatan ikut terkerek menjadi Rp15,24 triliun seiring dengan peningkatan skala bisnis, MIDI tetap mampu mempertebal laba bruto menjadi Rp5,39 triliun.
Performa tersebut memberikan bantalan yang cukup bagi perseroan untuk meredam kenaikan beban operasional. Laba usaha MIDI melesat cukup tajam ke angka Rp967,99 miliar, jauh melampaui capaian tahun 2024 yang sebesar Rp719,17 miliar.
Hal ini mengindikasikan bahwa setiap Rupiah pendapatan yang diraih berhasil dikelola secara efisien meskipun biaya penjualan dan distribusi mencapai Rp4,18 triliun.
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat melonjak drastis menjadi Rp792,36 miliar pada 2025 melompat dibandingkan laba tahun 2024 yang sebesar Rp546,40 miliar.
Dari sisi posisi keuangan, aset MIDI terus tumbuh menjadi Rp9,12 triliun dengan total ekuitas yang juga meningkat ke posisi Rp4,54 triliun.
Di sisi lain, liabilitas perseroan tercatat relatif terkendali di angka Rp4,58 triliun.
BERITA TERKAIT: