Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) BI, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan kondisi geopolitik yang memanas memicu sentimen risk off di pasar keuangan.
Menurut Erwin, bank sentral akan merespons perkembangan tersebut dengan melalukan berbagai intervensi untuk menjaga Rupiah bergerak sesuai fundamentalnya.
“Bank Indonesia akan tetap hadir di pasar melalui intervensi baik transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik,” ujarnya dalam keterangan resmi Senin, 2 Maret 2026.
Selain intervensi di pasar valas, BI juga menegaskan akan terus mengoptimalkan kebijakan guna meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan suku bunga.
“BI juga akan terus mengoptimalkan kebijakan untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan suku bunga,” tandasnya.
Mengutip data Bloomberg, hingga pukul 11.40 WIB, Rupiah masih terus tertekan ke Rp16.851 per Dolar AS, atau merosot 64 basis point (0,38 persen). Pergerakan ini semakin mendekati kurs Rp17.000 terhadap Dolar AS.
BERITA TERKAIT: