Emiten raksasa di bawah kendali Jardine Cycle & Carriage Limited ini mencatatkan penurunan performa tipis di tengah dinamika pasar sepanjang tahun lalu.
Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 27 Februari 2026, ASII membukukan pendapatan bersih sebesar Rp323,39 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 1,5 persen dibandingkan pencapaian tahun 2024 yang menembus Rp328,48 triliun.
Penurunan pendapatan tersebut turut berdampak pada raihan laba bersih perusahaan yang terkoreksi 3,3 persen menjadi Rp32,77 triliun dari sebelumnya Rp33,9 triliun.
Seiring dengan melandainya pendapatan, ASII sebenarnya berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 1,4 persen menjadi Rp251,95 triliun. Namun, upaya efisiensi ini belum mampu menahan penurunan laba bruto yang melorot 2,2 persen menjadi Rp71,44 triliun.
Kondisi ini berlanjut pada pos laba sebelum pajak penghasilan yang tercatat sebesar Rp49,29 triliun, atau menyusut 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelah dialokasikan untuk beban pajak penghasilan senilai Rp9,08 triliun, laba tahun berjalan ASII tercatat sebesar Rp40,21 triliun, atau terpangkas 7,1 persen secara tahunan. Adapun laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih final untuk Tahun Buku 2025 mendarat di angka Rp32,77 triliun.
Meski dari sisi profitabilitas mengalami tekanan, posisi neraca keuangan ASII terpantau tetap solid. Jumlah ekuitas perusahaan tumbuh 6,9 persen menjadi Rp290,81 triliun per akhir Desember 2025. Total aset pun meningkat 7,6 persen hingga mencapai angka Rp507,37 triliun.
Pertumbuhan aset ini didorong oleh posisi kas dan setara kas yang menguat 8,6 persen menjadi Rp52,62 triliun, memberikan bantalan likuiditas yang cukup tebal bagi grup.
Di sisi lain, liabilitas atau kewajiban Astra terpantau membengkak 8,6 persen menjadi Rp216,55 triliun. Kewajiban ini didominasi oleh utang jangka pendek yang mencapai Rp152,08 triliun. Secara keseluruhan, laporan keuangan 2025 mencerminkan ketangguhan fundamental Astra dalam menjaga struktur aset meski harus menghadapi penurunan laba bersih di tengah tantangan ekonomi global dan domestik.
BERITA TERKAIT: