Sentimen positif datang dari lonjakan ekspor Jepang serta penguatan saham-saham perbankan dan industri di Australia.
Dikutip dari
CNBC, indeks ASX 200 Australia naik sekitar 0,5 persen di awal perdagangan. Sementara di Jepang, Nikkei 225 menguat hampir 1 persen.
Di Australia, saham National Australia Bank melonjak hingga 5,8 persen ke rekor tertinggi setelah membukukan kenaikan laba tunai kuartal pertama sebesar 16 persen, ditopang bisnis korporasi dan kredit perumahan. Saham BlueScope Steel juga melesat sekitar 6 persen usai adanya peningkatan tawaran akuisisi senilai 15 miliar Dolar Australia.
Data ekonomi terbaru Jepang menunjukkan bahwa ekspor Januari melonjak 16,8 persen (year-on-year), tercepat sejak November 2022, didorong permintaan dari Asia dan Eropa Barat. Kepercayaan produsen pun naik ke level tertinggi tiga bulan, menandakan mulai membaiknya prospek ekonomi Negeri Sakura.
Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan kembali dibuka dengan pergerakan konsolidatif setelah libur Imlek. Secara teknikal, IHSG berpotensi bergerak di kisaran support 8.150 dan resistance 8.300, dengan peluang menguat terbatas.
Investor juga mencermati keputusan suku bunga Bank Indonesia serta rilis laporan keuangan emiten. ETF saham Indonesia di New York tercatat menguat tipis, memberi sinyal awal yang relatif positif.
BERITA TERKAIT: