Meski turun, harga tetap bertahan di atas level psikologis 5.000 Dolar AS.
Pasar menunggu rilis Nonfarm Payrolls yang akan segera dirilis serta data inflasi CPI untuk memprediksi arah suku bunga The Fed.
Stagnasi belanja konsumen AS memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga (2x sebesar 25 bps tahun ini), yang secara historis menguntungkan emas.
Investor India mencatatkan rekor pembelian emas via ETF pada Januari, melampaui aliran dana ke saham. Selain itu, pelemahan Dolar AS dan ketegangan geopolitik tetap menjadi penopang harga emas dalam jangka panjang.
Emas spot turun 1 persen menjadi 5.013 Dolar AS per ons. Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April justru ditutup melonjak sekitar 1 perseb di posisi 5.031 Dolar AS per ons.
Sementara itu, perak mengalami volatilitas tinggi akibat arus keluar produk investasi, meski pasokan yang ketat diprediksi akan memicu pemulihan harga dalam beberapa bulan ke depan. Harga perak spot anjlok 3,3 persen menjadi 80,63 Dolar AS per ons setelah sempat melonjak hampir 7 persen pada sesi sebelumnya.
BERITA TERKAIT: