Emas spot turun 1,8 persen ke level 4.872,83 Dolar AS per ons pada perdagangan Kamis 5 Februari 2026 waktu setempat.
Sebelumnya, emas spot sempat menyentuh titik terendah harian di 4.791,69 Dolar AS, menurut laporan Reuters.
Sementara itu, emas berjangka AS kontrak April ditutup melemah 1,2 persen ke 4.889,50 Dolar AS per ons.
Tekanan paling dalam terjadi pada perak. Harga perak spot merosot 12,1 persen menjadi 77,36 Dolar AS per ons, setelah sempat jatuh hingga 72,21 Dolar AS per ons di awal perdagangan.
Penguatan Dolar AS ke level tertinggi dua pekan, bersamaan dengan pelemahan pasar saham Wall Street, menjadi faktor utama penurunan harga. Indeks S&P 500 mendekati level terendah dua pekan, sementara Nasdaq turun ke posisi terendah dalam lebih dari dua bulan.
Senior Market Strategist RJO Futures, Bob Haberkorn, menyebut aksi jual dipicu tekanan margin akibat kerugian di pasar saham, sehingga investor menutup posisi di logam mulia. Ia menegaskan secara fundamental tidak ada perubahan besar pada pasar emas dan perak.
Dalam beberapa sesi terakhir, pergerakan logam mulia sangat volatil. Emas dan perak bahkan mencatat penurunan harian terdalam dalam beberapa dekade pekan lalu, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi.
Analis City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, menilai volatilitas masih akan bertahan karena pasar membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri, dengan risiko tekanan lanjutan dalam jangka pendek.
Logam mulia lain juga ikut melemah. Harga platinum spot turun 7,5 persen ke 2.057,86 Dolar AS per ons, sementara paladium merosot 5,3 persen menjadi 1.680,50 Dolar AS per ons.
BERITA TERKAIT: