Kenaikan pengguna ini sejalan dengan nilai transaksi yang naik 26,1 persen sebesar Rp7.057 triliun dari tahun sebelumnya.
“BRImo pilar penting transformasi digital BRI. Kami terus memperkuat kapabilitas teknologi agar BRImo mampu memberikan pengalaman transaksi andal, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi nasabah di berbagai segmen,” kata Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi dalam keterangannya, Rabu, 4 Februari 2026.
Kinerja positif itu diklaim sebagai hasil strategi BRI dalam memperkuat infrastruktur teknologi informasi serta mengoptimalkan mesin transaksi secara terintegrasi di seluruh ekosistem layanan.
Penguatan digital BRI terhubung dengan seluruh jaringan layanan, mulai dari ATM dan CRM, mesin EDC merchant, QRIS BRI, hingga jaringan Agen BRILink yang tersebar di seluruh Indonesia.
Menurut Saladin, transformasi digital BRI tidak hanya berfokus pada peningkatan volume transaksi, tetapi juga pada kualitas layanan dan keandalan sistem. Modernisasi infrastruktur, penguatan arsitektur teknologi, serta pengelolaan sistem yang berkelanjutan menjadi kunci menjaga stabilitas dan keamanan layanan digital.
Ke depan, BRImo akan terus dikembangkan sebagai pusat layanan finansial terintegrasi dengan penguatan fitur dan sistem guna menjawab kebutuhan nasabah yang semakin dinamis.
BERITA TERKAIT: