Dikutip dari Reuters, Senin 2 Februari 2026, dalam laporan ke bursa pada Minggu, BYD mencatat penjualan kendaraan turun 30,1 persen dibandingkan Januari tahun lalu. Total kendaraan yang terjual secara global mencapai 210.051 unit. Dari jumlah tersebut, ekspor kendaraan energi baru (NEV) mencapai 100.482 unit sepanjang Januari.
Tak hanya penjualan, produksi BYD juga merosot 29,1 persen, memperpanjang tren penurunan yang sudah berlangsung sejak Juli tahun lalu.
Untuk mendongkrak minat pasar dalam negeri, BYD pada Januari meluncurkan versi terbaru sejumlah mobil plug-in hybrid dengan baterai jarak tempuh lebih panjang. Langkah ini ditujukan agar model hybrid berharga terjangkau tetap menarik bagi konsumen China.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil signifikan. Penjualan mobil plug-in hybrid, yang menyumbang lebih dari setengah total penjualan BYD, turun 28,5 persen pada Januari. Penurunan ini melanjutkan tren setelah segmen tersebut turun 7,9 persen sepanjang 2025.
Meski demikian, BYD tetap agresif di pasar luar negeri. Perusahaan menargetkan pengiriman 1,3 juta kendaraan ke luar negeri pada 2026, atau naik sekitar 24 persen dibandingkan 2025. Target ini lebih rendah dari rencana sebelumnya yang mencapai hingga 1,6 juta unit, yang sempat disampaikan manajemen kepada Citi pada November lalu. BYD tidak menjelaskan alasan penurunan target tersebut.
Dari sisi ekspansi global, pabrik kendaraan listrik BYD di Hungaria diperkirakan mulai beroperasi tahun ini, melengkapi fasilitas produksi di Brasil dan Thailand. BYD juga berencana membangun pabrik perakitan di Indonesia dan Turki.
Lonjakan penjualan luar negeri hingga 150,7 persen pada tahun lalu membantu BYD menyalip Tesla sebagai penjual kendaraan listrik terbesar di dunia. Kinerja ekspor ini menutup tekanan berat di pasar China, terutama dari pesaing seperti Geely dan Leapmotor di segmen mobil murah.
Secara keseluruhan, BYD nyaris memenuhi target penjualan global 4,6 juta unit pada 2025, setelah target tersebut sebelumnya diturunkan. Hingga kini, perusahaan belum mengumumkan target penjualan untuk 2026.
BERITA TERKAIT: