Dikutip dari Reuters, Kamis 27 November 2025, menurut laporan Bloomberg, Wakil Menteri Pertahanan AS, Stephen Feinberg, menyampaikan kesimpulan tersebut kepada para anggota Kongres dalam sebuah surat bertanggal 7 Oktober. Surat itu dikirim sekitar tiga minggu sebelum Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping mencapai kesepakatan gencatan dagang yang lebih luas.
Belum ada kejelasan apakah ketiga perusahaan tersebut sudah resmi masuk ke dalam “Section 1260H List,” yaitu daftar tahunan Pentagon berisi perusahaan China yang dinilai memiliki keterkaitan dengan militer tetapi tetap beroperasi di Amerika Serikat (AS). Meski penunjukan itu tidak langsung memicu larangan bisnis, label tersebut dapat merusak reputasi perusahaan dan menjadi peringatan keras bagi perusahaan-perusahaan AS mengenai risiko bekerja sama dengan mereka.
Dalam surat yang sama, Feinberg juga mengatakan bahwa sejumlah perusahaan lain seperti Eoptolink Technology, Hua Hong Semiconductor, RoboSense Technology, WuXi AppTec, dan Zhongji Innolight juga dinilai pantas masuk ke daftar tersebut. Pentagon maupun Alibaba, Baidu, dan BYD belum memberikan komentar atas laporan ini.
Pada pembaruan terakhir bulan Januari, daftar 1260H telah memuat 134 perusahaan, termasuk raksasa teknologi Tencent dan produsen baterai CATL.
BERITA TERKAIT: