Lonjakan ini dipicu oleh memanasnya tensi geopolitik, terutama ancaman tarif 100 persen dari Presiden Donald Trump terhadap Kanada, serta ketidakpastian seputar masa depan kepemimpinan The Fed.
Kondisi ini membuat investor berbondong-bondong mengamankan aset mereka ke safe-haven.
Emas spot melonjak 2 persen menjadi 5.077,22 Dolar AS pada Senin 26 Januari 2026 waktu setempat atau Selasa dini hari WIB.
Sebelumnya,emas spot sempat menyentuh rekor 5.110,50 Dolar AS.
Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Februari ditutup melesat 2,1 persen ke posisi 5.082,50 Dolar AS per ons.
Tidak hanya emas, harga perak dan platinum juga ikut mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Bank sentral dunia pun tetap menjadi pembeli utama demi mengurangi ketergantungan pada dolar AS, sementara permintaan ritel dari Asia dan Eropa terus mengalir deras.
Melihat momentum yang kuat ini, sejumlah lembaga keuangan seperti Societe Generale dan Morgan Stanley optimis bahwa harga emas masih berpotensi naik lebih jauh, dengan target antara 5.700 Dolar AS hingga 6.000 Dolar AS per ons pada akhir tahun ini.
Harga perak spot turut mencetak rekor baru di 117,69 Dolar AS per ons dan terakhir melambung 10,2 persen ke 113,46 Dolar AS.
Harga platinum spot menguat 1,8 persen menjadi 2.816,38 Dolar AS per ons setelah sempat menyentuh rekor 2.918,80 Dolar AS.
BERITA TERKAIT: