Angka tersebut naik 9,6 persen secara tahunan (yoy) dan lebih tinggi dibandingkan November 2025 yang tercatat sebesar 8,3 persen yoy.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan peningkatan tersebut ditopang oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) 14,0 persen dan uang kuasi 5,5 persen.
“Perkembangan M2 pada Desember 2025 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan perkembangan penyaluran kredit,” ujar Ramdan dalam pernyataan resmi, Sabtu 24 Januari 2026.
Ia merinci tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 13,6 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 8,7 persen (yoy).
Sementara itu penyaluran kredit pada Desember 2025 tumbuh sebesar 9,3 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan November 2025 sebesar 7,9 persen (yoy).
Selain itu, aktiva luar negeri bersih ikut naik 8,9 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 9,7 persen (yoy).
BERITA TERKAIT: