Meski pasar baru saja mencerna laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang solid, minat beli jangka panjang tetap mendominasi.
Emas spot menguat 1,21 persen ke level 5.086,28 Dolar AS per ons. Sementara emas berjangka AS (untuk pengiriman April) melambung 1,3 persen menjadi 5.098,50 Dolar AS per ons.
Meskipun angka pengangguran AS turun ke 4,3 persen yang memberi ruang bagi Federal Reserve untuk menahan suku bunga, para investor tidak goyah. Ketidakpastian geopolitik dan tren de-dolarisasi tetap menjadi bahan bakar utama.
"Satu laporan ketenagakerjaan yang kuat tidak akan merusak mentalitas di balik pembelian emas yang dianggap jangka panjang dan fundamental," ujar Tai Wong, trader logam independent, dikutip dari Reuters.
Pasar memprediksi The Fed akan mempertahankan suku bunga hingga masa jabatan Jerome Powell berakhir di bulan Mei, dengan ekspektasi pemangkasan pada Juni mendatang. Transisi kepemimpinan ke Kevin Warsh juga menjadi sorotan, karena kebijakan di bawah arahannya dikhawatirkan akan terlalu longgar, yang secara historis menguntungkan emas sebagai aset safe-haven.
Fokus investor kini tertuju pada rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pada Jumat mendatang. Data ini akan menjadi kompas baru untuk melihat arah inflasi dan kebijakan moneter AS selanjutnya.
Harga logam lainnya juga menguat. Perak spot melambung 4,6 persen menjadi 84,39 Dolar AS per ons, setelah anjlok lebih dari 3 persen pada sesi sebelumnya.
Platinum spot melesat 2,5 persen menjadi 2.138,50 Dolar AS per ons, sementara paladium naik 0,8 persen ke posisi 1.722,06 Dolar AS.
BERITA TERKAIT: