Dikutip dari
Reuters, Kamis, 8 Januari 2026, pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, indeks S&P 500 turun 0,34 persen ke level 6.920,93. Dow Jones Industrial Average juga melemah 0,94 persen ke 48.996,08. Sementara itu, Nasdaq justru menguat tipis 0,16 persen ke posisi 23.584,28.
Tekanan utama pasar datang dari sektor keuangan. Saham Blackstone dan Apollo Global Management masing-masing anjlok lebih dari 5 persen, sehingga mendorong indeks sektor keuangan S&P 500 turun 1,4 persen. Saham JPMorgan Chase juga terkoreksi 2,3 persen setelah rekomendasinya diturunkan oleh Wolfe Research.
Di sisi lain, saham teknologi kembali menunjukkan penguatan. Nvidia dan Microsoft naik sekitar 1 persen, sedangkan Alphabet melonjak lebih dari 2 persen seiring meningkatnya kembali minat investor terhadap saham-saham AI.
“Investor memasuki 2026 dengan pola yang sama seperti tahun lalu: membeli saham teknologi dan membiarkannya berjalan. Rumor bahwa reli AI telah berakhir ternyata tidak benar,” ujar CEO Longbow Asset Management, Jake Dollarhide.
Dari sisi ekonomi, data terbaru menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan di AS pada November turun lebih besar dari perkiraan. Laporan ADP juga mencatat pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta pada Desember lebih lemah dari ekspektasi. Meski demikian, data tersebut belum mengubah pandangan pasar terkait peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.
Selain faktor ekonomi, pelaku pasar turut mencermati perkembangan geopolitik, mulai dari penyitaan kapal tanker berbendera Rusia yang terkait dengan Venezuela oleh AS, hingga pernyataan Gedung Putih bahwa Presiden Donald Trump tengah membahas opsi untuk mengakuisisi Greenland.
BERITA TERKAIT: