Ketegangan geopolitik ini membuat investor panik dan segera beralih ke emas sebagai aset aman (safe-haven).
Pada perdagangan Senin 5 Januari 2026 waktu setempat, harga emas spot melambung 2,7 persen ke level 4.444 Dolar AS per ons, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat tercapai akhir Desember lalu.Emas sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di 4.549,71 Dolar AS per ons pada 26 Desember.
Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Februari ditutup melonjak 2,8 persen menjadi 4.451,5 Dolar AS per ons.
Analis logam mulia menjelaskan bahwa kenaikan ini tidak hanya dipicu oleh konflik di Venezuela, tetapi juga kekhawatiran atas pasokan energi dan arah kebijakan moneter global.
Emas menjadi sangat menarik bagi investor karena adanya prospek penurunan suku bunga oleh The Fed pada tahun 2026. Secara tradisional, emas cenderung menguat saat suku bunga rendah karena aset ini dianggap sebagai penyimpan nilai yang paling stabil di tengah ketidakpastian.
Sentimen pasar semakin memanas setelah Presiden Donald Trump memberi peringatan keras akan melakukan tindakan lanjutan terhadap Caracas, serta mengisyaratkan potensi intervensi terhadap Kolombia dan Meksiko terkait isu narkoba. Selain emas, logam mulia lainnya seperti perak, platinum, dan paladium juga ikut melesat. Perak bahkan mencatat kenaikan tajam karena statusnya sebagai mineral kritis yang sedang mengalami kelangkaan pasokan global.
Kini, fokus pelaku pasar tertuju pada rilis data tenaga kerja Amerika Serikat akhir pekan ini. Jika data tersebut memperkuat sinyal pelemahan ekonomi, emas diprediksi akan kembali mencetak rekor harga baru.
Selain emas, harga perak melesat 5,2 persen menjadi 76,37 Dolar AS per ons, setelah mencatat kenaikan spektakuler 147 persen sepanjang 2025.
Penguatan perak didorong oleh penetapannya sebagai mineral kritis di Amerika Serikat serta defisit struktural pasar di tengah permintaan yang terus meningkat.
Harga platinum spot melejit 5,9 persen ke posisi 2.269,55 Dolar AS per ons, sementara paladium menguat 3,4 persen menjadi 1.694,75 Dolar AS per ons.
BERITA TERKAIT: