Roadshow ini diinisiasi oleh Malaysian Association of Tour and Travel Agents (MATTA) Chapter Selangor bekerja sama dengan Tourism Malaysia, sebagai bagian dari strategi memperkuat arus wisata masuk (inbound tourism) ke Malaysia.
Chairman MATTA Selangor, Vijiya Khumar M Khrisnan, menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi penting bagi keberlanjutan industri pariwisata Malaysia.
“Malaysia dan Indonesia merupakan negara serumpun dengan hubungan yang sudah terjalin lama. Melalui MTEX, kami ingin memperkuat promosi paket wisata dua negara sekaligus membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan,” ujar Khumar dikutip
Kantor Berita RMOLSumsel, Selasa, 6 Januari 2026.
Ia menambahkan, MTEX tidak hanya berfungsi sebagai ajang transaksi, tetapi juga sarana membangun kemitraan jangka panjang antarpelaku industri.
Sebanyak 19 seller asal Malaysia, termasuk Tourism Selangor yang bertemu langsung dengan 110 buyer dari Semarang -- terdiri dari agen perjalanan, online travel agent (OTA), asosiasi pariwisata, hingga media.
Dalam roadshow ini, Selangor tampil sebagai destinasi unggulan dengan berbagai ikon wisata internasional, seperti Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah (Masjid Biru), masjid terbesar di Asia Tenggara serta destinasi populer Batu Caves, Sky Mirror, dan beragam produk wisata alam maupun urban.
Untuk tahun 2026, Selangor menargetkan 9 juta kunjungan wisatawan. Sepanjang Januari hingga Agustus 2025, tercatat 2,9 juta wisatawan Indonesia berkunjung ke Malaysia, menjadikan Indonesia sebagai pasar terbesar kedua setelah Singapura.
Ketua DPD ASITA Sumsel, Feby Yoland Effendy, menilai MTEX sebagai ruang strategis bagi agen perjalanan Indonesia untuk memperbarui wawasan dan produk wisata.
“Industri travel agent harus terus beradaptasi. Melalui MTEX, pelaku usaha bisa mengenal lebih dalam produk unggulan Selangor dan peluang kerja sama yang tersedia,” kata Feby.
BERITA TERKAIT: