Dalam pidato perpisahannya, Sri Mulyani mengaku menyadari keterbatasan manusia dalam mengemban amanah besar sebagai bendahara negara.
"Tidak ada gading yang tidak rusak, tidak ada gading yang tidak retak, tidak ada manusia yang sempurna. Pasti dalam menjalankan amanah ada kekurangan, ada kekhilafan. Dan untuk itu saya dengan rendah hati memohon maaf," kata Sri Mulyani.
Ia juga berpesan kepada jajaran kementerian yang pernah ia pimpin untuk melanjutkan tugas menjaga keuangan negara dengan bertanggung jawab untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
"Jalankan dan lanjutkan tugas dengan amanah, profesional, kompeten, dan jaga selalu integritas. Bantu pimpinan yang baru dan terus melaksanakan tugas dengan dedikasi," tuturnya,
Adapun sertijab ini berlangsung sehari setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet, yang menandai berakhirnya era kepemimpinan Sri Mulyani di Kementerian Keuangan.
Prabowo menunjuk ekonom senior sekaligus mantan Kepala LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, sebagai Menkeu baru.
BERITA TERKAIT: