
Kementerian Keuangan Jepang mengumumkan data perdagangan terbaru. Dikutip dari
Reuters, Kamis 22 Mei 2025, nilai ekspor Jepang pada April 2025 naik 2 persen dibandingkan April tahun lalu. Meskipun demikian, pengiriman barang ke Amerika Serikat (AS) justru turun 1,8 persen.
Sementara itu, impor Jepang turun 2,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini lebih kecil dari yang diperkirakan para analis, yaitu 4,5 persen.
Akibat ketidakseimbangan ini, Jepang mengalami defisit perdagangan sebesar 115,8 miliar yen (sekitar Rp13,1 triliun). Padahal, pasar sebelumnya memperkirakan akan ada surplus sebesar 227,1 miliar Yen (sekitar Rp25,8 triliun).
[]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: