Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Respon Rencana Prabowo yang Ingin Pangkas Subsidi BBM, Menteri ESDM: Sah-sah Saja

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Sabtu, 17 Februari 2024, 07:11 WIB
Respon Rencana Prabowo yang Ingin Pangkas Subsidi BBM, Menteri ESDM: Sah-sah Saja
Menteri ESDM, Arifin Tasrif/Doc RMOL
rmol news logo Rencana pemerintahan Calon Presiden Prabowo Subianto yang ingin memangkas anggaran subsidi energi di masa depan, mendapat tanggapan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif.

Dalam pernyataannya, Arifin mengatakan bahwa rencana tersebut sah dilakukan oleh seorang pemimpin negara.

Menurutnya, jika itu memang telah menjadi keputusan presiden yang akan datang, maka Kementerian ESDM hanya bisa melaksanakan kebijakan tersebut.

"Ya itu kan nanti kami serahkan kebijakan sama pemerintah," ujarnya dalam bincang media di Gedung Ditjen Migas, Jumat (16/2).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Wakil Ketua Tim Kampanye Prabowo-Gibran, Eddy Soeparno, sebelumnya mengatakan pemerintahan Prabowo akan menyesuaikan dana subsidi energi yang tidak perlu selama dua hingga tiga bulan ke depan, setelah menjabat pada Oktober mendatang.

"Kami juga akan menemukannya (biaya program Prabowo) dengan mengurangi subsidi, subsidi yang tidak perlu," kata Eddy dalam wawancara di Bloomberg Television.

Menurut Eddy, 0 persen dari dana subsidi BBM yang mencapai Rp350 triliun, tidak tepat sasaran.

"Saat ini kita sedang melihat subsidi energi sebesar Rp350 triliun di mana 80 persen ditargetkan untuk mereka yang tidak memenuhi syarat untuk menerima subsidi. Sehingga kami akan menyesuaikan jumlah subsidi dari subsidi yang sebenarnya," pungkasnya. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA