Hal ini mendudukan Jabar sebagai provinsi paling tinggi menggaet investor secara nasional.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPSTP) Jabar, Noneng Komara mengatakan, dengan realisasi ini maka secara kumulatif investasi ke Jabar baik Penanaman Modal Dalam Negeri dan Penanaman Modal Asing menduduki peringkat satu nasional.
"Kita nomor satu di triwulan III 2020," ucap Noneng, Rabu (4/11).
Dari sisi capaian, kata Noneng, realisasi dengan nilai besar tersebut membuat target capaian investasi yang ditetapkan pada 2020 sebesar Rp 99 triliun makin didekati.
"Angka Rp 86,3 triliun membuat progress capaian target kini sudah 87,20 persen," ungkapnya, dikutip
Kantor Berita RMOLJabar.
Ia menambahkan, Jabar kembali nomor satu dalam realisasi investasi meninggalkan DKI Jakarta dengan Rp 72,5 triliun, disusul Jawa Timur Rp 66,5 triliun, lalu Banten yang meraih realisasi Rp 42 triliun periode Januari-September 2020.
Menurutnya, realisasi investasi yang tinggi memperlihatkan besarnya minat investor untuk menanamkan modalnya di Jabar. Terlebih, indeks kepuasan investor berinvestasi di Jabar terus meningkat.
"Kami mendapatkan predikat A atau prima dari kementerian untuk pelayanan investasi. Mudah-mudahan ini dapat membangun kepercayaan investor kepada Jabar. Pemprov Jabar terus bekerja keras untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif," tandasnya.
BERITA TERKAIT: