Peresmian berlangsung di Lapangan Patrajaya Palembang, yang juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru; Walikota Palembang, Harnojoyo; Kepala SKK Migas Dwi Sucipto; Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati; Kepala BPH Migas, Fansurullah Asa; Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri), Mulyono Prawiro; dan perwakilan Presiden ConocoPhillips Indonesia,.
Pipa transmisi gas GrisPus dibangun Pertagas dengan panjang 176 km dan diameter 20 inchi, membentang melewati Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Banyuasin dan Kota Palembang.
Pertagas menyelesaikan pekerjaan tersebut pada akhir 2018, setelah masa konstruksi selama satu tahun lebih, sejak groundbreaking pada Agustus 2017.
"Prioritas gas bumi itu untuk domestik. Untuk peningkatan nilai tambah dalam negeri. Itu lebih penting dan kita dorong terus," kata Menteri Jonan.
Jonan menambahkan agar dipikirkan supaya investasi di industri gas lebih efisien. "Harus dibuat standar tarif toll untuk gas pipa yang fair. Jadi tak hanya melihat investasinya saja," tambahnya.
Pipa trasmisi gas GrisPus diperlukan dalam menjaga pasokan gas yang berkelanjutan untuk industri pupuk, khususnya Pusri yang kini memiliki pabrik baru yaitu Pusri II-B. Selain itu, pasokan gas tersebut ke depan juga akan memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, pengembangan KEK Tanjung Api-Api, jaringan gas rumah tangga dan industri lainnya.
"Proyek pipa gas Grissik-Puspri penting bagi industri pupuk untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia. Tidak hanya itu, tapi nantinya juga untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik di Sumatera Selatan dan kawasan ekonomi setempat," paparnya.
Nicke Widyawati menyatakan sumber gas yang terdapat di pipa GrisPus berasal dari Grissik Gas Plant ConocoPhillips (COPI) dan dialirkan ke titik akhir di Plant Pusri di Kota Palembang.
"Hal ini sekaligus menjadi bentuk dukungan Pertamina terhadap upaya pemerintah Indonesia untuk mendukung kebutuhan energi di Indonesia khususnya pemenuhan energi di Pusri dan Sumatera Selatan ke depan," jelasnya.
Sementara itu Wiko Migantoro menyampaikan investasi pipa GrisPus sebesar 143 juta dolar AS dan volume penyalurannya akan meningkat.
"Sementara gas yang sudah dialirkan mulai tahun 2018 sebesar 70 mmscfd untuk kebutuhan Pusri, tahap berikutnya akan ditingkatkan menjadi 160 mmscfd untuk menunjang kebutuhan lainnya sesuai dengan kapasitas pipa," tambah Wiko.
Ruas pipa baru ini akan menjadi backbone infrastruktur gas kedua milik Pertagas di wilayah Sumatera Selatan selain pipa eksisting yang telah termanfaatkan maksimal. Keberadaan pipa tersebut akan berkontribusi pada peningkatan perekonomian wilayah Sumatera Selatan.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: