"Anak sekarang kalau ditanya. Mau jadi apa? Sudah enggak ada yang mau jadi pekerja, karyawan. Mereka maunya jadi chief marketing (atau) chief-chief lainnya, CEO, founder," ujar Putra.
Untuk itu, tambah Putra, pihak-pihak terkait perlu membangun dan menjaga semangat talenta muda agar cita-citanya terwujud. Khususnya, keluarga dan sekolah atau universitas tempat mereka berinteraksi sosial.
"Tapi soal faktor lainnya juga harus diperhatikan. Terutama keluarga dan sekolah. Keluarga dan sekolah ini yg membangun semangat. Kampus harus melihat ambisi mereka. Mereka harus dijaga semangatnya," papar Putra.
Putra juga berharap, talenta muda dapat menjadi ujung tombak perekonomian di masa mendatang. Terutama di bidang industri kreatif.
"Industri ini yang menggerakkan dunia. Jadi kita harus menyiapkan talenta. Tapi kita jangan menggantungkan semuanya ke pemerintah. Dari pendidikan sekolah, rumah dan lainnya," tutupnya.
[rus]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: