Terpantau pada saat penutupan, indeks Nasdaq Composite turun 0,46 persen ke 25.358,60, sekaligus mencatat penurunan empat hari berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Februari. Sementara S&P 500 turun tipis 0,01 persen ke 7.357,49.
Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average justru naik 71,72 poin atau 0,14 persen ke level 51.920,62, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi intraday.
Pelemahan Nasdaq dipicu aksi jual pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Saham Apple anjlok sekitar 6 persen setelah perusahaan mengumumkan kenaikan harga MacBook dan iPad akibat meningkatnya biaya komponen, terutama chip. Microsoft juga turun 3,5 persen setelah mengumumkan kenaikan harga konsol Xbox.
Tekanan turut menjalar ke saham teknologi lainnya. Alphabet turun hampir 1 persen, Meta Platforms melemah lebih dari 2 persen, sementara sejumlah investor mulai mengkhawatirkan kenaikan harga chip akan memangkas margin keuntungan perusahaan-perusahaan teknologi besar.
Meski demikian, saham sektor semikonduktor justru menjadi penahan pelemahan pasar. Micron Technology melonjak hampir 16 persen setelah membukukan laba dan pendapatan kuartalan yang jauh melampaui ekspektasi analis. Qualcomm juga naik hampir 4 persen usai menaikkan proyeksi pendapatan bisnis non-ponsel hingga 2029. Kenaikan juga terjadi pada sejumlah produsen chip lain seperti Sandisk, Western Digital, KLA, dan Applied Materials.
Dari sisi ekonomi, inflasi AS masih menunjukkan kenaikan, tetapi sesuai dengan perkiraan pasar. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), yang menjadi acuan utama Federal Reserve, naik 0,4 persen secara bulanan dan 4,1 persen secara tahunan pada Mei.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: