Dalam hal pengoperasian kedua unit pesawat ini, pihak Maktour pun menggandeng perusahaan Terra Avia yang berbasis di Dubai.
Nantinya, pesawat tersebut selain untuk menerbangkan jamaah Maktour, juga akan digunakan oleh seluruh biro umrah dan haji khusus di Indonesia.
"Kami telah menyewa dua pesawat paling baru dengan kapasitas 501 penumpang buatan 2004 dan akan kami pakai selama lima tahun ke depan untuk melayani jamaah umrah dan haji khusus," ujar Direktur Utama PT Maktour Fuad Hasan Mahsyur usai meninjau kedua pesawat tersebut di Hanggar Pesawat Garuda Maintenance Fasilities (GMF), Bandara Soekarno Hatta, melalui rilis, Jumat (26/1).
Fuad mengatakan, nantinya yang akan digunakan untuk operasional hanya satu pesawat. Sedangkan satu lainnya sebagai cadangan jika pesawat utama terkendala.
"Saat ini, kami sedang mengurus izin awal penerbangan dua kali satu pekan. Mudah-mudahan pada Februari mendatang akan terbang perdana," terangnya.
Fuad menambahkan, alasan Maktour mencarter dan membuka jasa layanan penerbangan untuk menjawab permasalahan pemberangkatan calon jamaah umrah. Apalagi kabar terakhir, ada sekitar 100 ribu korban jamaah umrah terlantar.
Maktour akan menawarkan jasa penerbangan umrah dengan biaya murah tetapi dengan layanan maksimal. Selama ini komponen terbesar dalam biaya umrah pada transportasi, khususnya penerbangan, yang menelan hingga 60 persen.
Direktur Pengembangan Bisnis Maktour Suryo Saputro mengatakan, pemerintah memperkirakan paket minimal umrah sekitar Rp 20 juta. Khusus penerbangan menelan biaya hingga Rp 12 juta.
"Kami bisa menjual harga tiket penerbangan di bawah Rp 12 juta. Sehingga, lebih murah dibandingkan maskapai penerbangan lainnya," ujarnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: