Menteri BUMN Rini M SoeÂmarno mengatakan, pihaknya mendapat laporan bahwa jumÂlah penumpang yang dilayani di bandara ini telah melebihi kapasitas.
"Awalnya bandara ini dibanÂgun untuk kapasitas 800 ribu orang per tahun, sekarang ini kan sudah 1,3 juta orang per taÂhunnya. Saya lihat bangunannya harus sudah diperbaiki," ujarnya melalui siaran pers, kemarin.
Karenanya, ia langsung menÂindaklanjuti laporan tersebut melalui sambungan telepon selular kepada bos AP I.
Ia menegaskan, AP I harus segera melakukan pengembanÂgan kapasitas Bandara Pattimura dan bersifat jangka panjang, sehÂingga investasi yang dikeluarkan AP I tidak percuma.
Menanggapi hal ini, Direktur Utama Angkasa Pura I, Danang S Baskoro mengakui, perseÂroan memang sudah memiliki program untuk pengembangan Bandara Pattimura, hanya saja itu belum dimulai.
"Pak Danang bilang desain pengembangannya sudah ada. Akan ada penambahan satu terÂminal dan termasuk penambahan jumlah garbarata," kata Rini meÂnirukan jawaban Dirut AP 1.
Meski Angkasa Pura ImenÂgaku sudah ada program inÂvetasi pengembangan Bandara Pattimura, namun Rini masih khawatir karena sering kali inÂvestasi yang dilakukan BUMN terlambat.
"Saya khawatir investasi yang disiapkan tidak cukup, karena pada akhir Tahun 2017 jumlah penumpang bandara Pattimura sudah mencapai 1,5 juta orang. Pada saat pengembangan selesai jumlahnya bahkan bisa mencaÂpai 2 juta," ujarnya.
Pasalnya, dengan penamÂbahan konektivitas yang ada, maka potensi ekonomi Maluku diyakini akan semakin besar. Rini berharap, kapasitas bandara ini dapat dikembangkan dan ditargetkan mampu menampung penumpang berkapasitas 2 juta penumpang per tahun.
"Jadi sekarang kan sudah 1,3 juta penumpang, nanti program investasinya selesai, ternyata jumlah penumpang per tahunÂnya sudah mencapai 2 juta. Nah makanya saya mau lihat lagi, supaya kali ini perbaikan Bandara patimura Ambon ini sudah mengantisipasi angka 2 juta tersebut," katanya.
Sebelumnya, General Manajer Angkasa Pura I Ambon, AmiruÂdin Florensius menilai, dengan adanya penambahan penerÂbangan menuju Ambon juga berkaitan dengan peningkatan perekonomian dan pariwisata.
Sehingga, pembukaan rute baru yang dilakukan maskapai mendorong pihaknya untuk melakukan perbaikan fasilitas di Bandara Pattimura, Ambon seperti terminal, ruang tunggu, chek-in, parkir, dan fasilitas penunjang lainnya.
"Kami akan mempercantik terminal agar para pengguna jasa lebih nyaman, hal ini tenÂtunya membutuhkan dukungan dalam memberikan pelayanan," akunya.
Ia menambahkan, perbaikan fasilitas bandara juga selaras dengan kenaikan jumlah penÂumpang pada semester satu Tahun 2017 yakni meningkat lima persen.
"Rata-rata kenaikan penumpÂang sebanyak 2.200 per hari, jumlah ini fluktuatif dengan konÂdisi cuaca dan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Provinsi Maluku," tandasnya. ***
BERITA TERKAIT: