Dusun Di Kalbar Ini Dianggap Sukses Transformasi Praktik Bertani

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 06 Agustus 2017, 14:24 WIB
Dusun Di Kalbar Ini Dianggap Sukses Transformasi Praktik Bertani
Siti Nurbaya dan Daniel/Net
rmol news logo Dusun Sungai Langer, Desa Mengkiang yang terletak di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat berhasil menyabet penghargaan Program Kampung Iklim Utama tahun 2017 yang diprakarsai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Penghargaan ini diberikan kepada masyarakat di lokasi tertentu yang telah melaksanakan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.

Masyarakat di Dusun Sungai Langer dianggap telah berhasil melakukan transformasi dalam praktik bertani sehingga lebih bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Sebelumnya, selama turun temurun masyarakat menggunakan metode berpindah ladang dengan cara membakar lahan.

Anggota Badan Perusyawaratan Desa (BPD) Desa Mengkiang, sekaligus Ketua Kelompok Tani Tunas Jaya, Daniel atas nama dusun Sungai Langer menerima penghargaan tersebut.

Daniel selama ini dikenal sebagai motor penggerak dalam melakukan transformasi praktik bertani di lingkungan dusunnya.

"Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mengajak para warga, apalagi kebiasaan berpindah ladang sudah dilakukan sejak lama. Mereka perlu contoh keberhasilan, baru mau bergerak," terang Daniel.

Daniel juga merupakan petani binaan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang digagas oleh Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas melalui perusahaan pemasok bahan bakunya di Kalimantan Barat, PT Finnantara Intiga.

Selain penyediaan lahan beserta peralatan, program DMPA juga membantu ketersediaan bibit, pupuk, herbisida, serta pembinaan cara praktik bertani yang lebih produktif, sampai dengan bantuan pemasaran, sehingga masyarakat tidak perlu lagi berpindah ladang.

Daniel dan kelompok taninya yang beranggotakan 15 orang mendapat bantuan lahan untuk jagung seluas 10 hektar dan sawah tadah hujan sebanyak dua hektar. Untuk jagung, menghasilkan produksi 4 ton per hektar dengan pendapatan tak kurang dari Rp 32 juta. Sedangkan untuk hasil padi tidak mereka pasarkan, karena dianggap telah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain program DMPA, PT Finnantara juga melakukan kerjasama lain dengan masyarakat dusun Sungai Langer melalui penandatangan MoU sejak 2008 untuk menjaga hutan Pulo Mas, sebuah kawasan hutan lindung yang ditumbuhi kayu belian (kayu besi/ulin) yang dikenal berharga dan cukup langka. Hutan ini juga menjadi sumber air bersih bagi warga Sungai Langer, dan perusahaan turut andil dengan menyediakan pipanisasi.

Uniknya, masyarakat dusun Sungai Langer tidak melakukan patroli khusus dalam menjaga hutan, melainkan melalui kesadaran kolektif dengan saling mengawasi dan menjaga wilayah hutannya.

Kearifan lokal dusun Sungai Langer sangat terasa dalam upaya menjaga hutan lindung Pulo Mas.

"Bagi kami, tidak hanya manusia saja yang menjaga hutan ini. Kami mempercayai keberadaan kehidupan lain yang ikut menjaga hutan dan isinya," ungkap Daniel.

Program Kampung Iklim (ProKlim) dikembangkan Kementerian LHK sejak 2012 ini dikembangkan dan dilaksanakan pada wilayah minimal setingkat dusun/dukuh/RW dan maksimal setingkat desa/kelurahan.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA